Pendampingan Pembuatan Nugget Ikan Gabus Sebagai Upaya Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Untuk Mencegah Penyakit Infeksi Pada Balita
Abstract
Abstract
Infancy is a period vulnerable to diseases that can inhibit growth and development, especially brain development. The adequacy of nutrient intake in toddlers can be fulfilled by providing the consumption of foods that are high in protein as one alternative to improve the nutritional status of children under five with infectious disease problems. High Protein is very necessary for the growth and development of children under five local food Jayapura-Papua, which is rich in protein and albumin is fish cork. Processed nuggets fish cork can be used as a variant of food that is favored by toddlers. The purpose of the community service and research is to improve the knowledge of mothers in the food processing fish cork as an effort to improve the durability of the body to prevent Infectious diseases in infants. The event was held in August to October and attended by 20 people (5 including a toddler with a RESPIRATORY infection, 1 of them with a wound on the foot, 3 health workers, and 2 movers posyandu). The approach was taken during the activity by giving health education, training, and demonstration of the manufacture of fish nuggets the cork to improve the nutrition of toddlers. A series of activities carried out for 4 months by the time of the visit once a week. Before following, the measurement of Maternal knowledge, give community exercise making fish nuggets cork, and the simulation of self. The results of the community services measured by the see family who carries out the manufacture of fish nuggets cork. After assisting for 3 months, it turns out that of the 20 Mothers with toddlers that follow the initial demonstration is only 10 mothers who carry out the manufacture of fish nuggets cork at home. This is due to the safety factor that is less conducive to the activity. For the next mentoring activities making fish nuggets cork followed up by the mother of the cadres.
Abstrak
Masa balita merupakan masa rentan terhadap penyakit yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan terutama perkembangan otak. Kecukupan asupan gizi pada balita dapat tercukupi dengan memberikan konsumsi makanan yang tinggi protein sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan status gizi pada anak balita dengan masalah penyakit infeksi. Protein yang tinggi sangat diperlukan pada masa pertumbuhan dan perkembangan anak balita Bahan makanan lokal Jayapura-Papua yang kaya akan protein dan albumin adalah ikan gabus. Olahan nugget ikan gabus dapat dijadikan sebagai varian makanan yang sangat disukai oleh anak balita. Tujuan pengabdian masyarakat dan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu dalam pengolahan bahan makanan ikan gabus sebagai upaya meningkatkan daya tahan tubuh untuk mencegah penyakit Infeksi pada balita. Kegiatan dilaksanakan pada bulan agustus hingga oktober dan diikuti oleh 20 orang (5 diantaranya balita dengan ISPA, 1 orang diantaranya dengan luka pada kaki, 3 kader kesehatan, dan 2 penggerak posyandu). Pendekatan yang dilakukan selama kegiatan dengan memberikan pendidikan kesehatan, pelatihan, dan demonstrasi pembuatan nugget ikan gabus untuk meningkatkan gizi balita. Rangkaian kegiatan dilakukan selama 4 bulan dengan waktu kunjungan seminggu sekali. Sebelum mengikuti kegiatan dilakukan pengukuran pengetahuan Ibu, memberikan persyarakat latihan pembuatan nugget ikan gabus, dan simulasi mandiri. Hasil pengabdian masyarakat diukur dengan melihat keluarga yang melaksanakan pembuatan nugget ikan gabus. Setelah dilakukan pendampingan selama 3 bulan, ternyata dari 20 orang Ibu dengan anak balita yang mengikuti demonstrasi awal hanya 10 ibu yang melaksanakan pembuatan nugget ikan gabus di rumah. Hal ini disebabkan karena adanya faktor keamanan yang kurang kondusif selama kegiatan berlangsung. Untuk selanjutnya kegiatan pendampingan pembuatan nugget ikan gabus ditindaklanjuti oleh ibu kader.
References
Akhmad Kadir. (2017). Melihat Indonesia dari Jendela Papua: Kebinekaan dalam Rajutan Budaya Melanesia. Journal Sosiologi Walisongo, 53(9), 1689–1699. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004
Committee, T. S., & Orleans, N. (2015). Global Malnutrition, 1–49.
Dramaga, J. R. (2017). KARAKTERISTIK PROTEIN IKAN GABUS YANG BERPOTENSI SEBAGAI ANTIHIPERGLIKEMIK, 20.
Grover, Z., & Ee, L. C. (2009). Protein Energy Malnutrition. Pediatric Clinics of NA, 56(5), 1055–1068. https://doi.org/10.1016/j.pcl.2009.07.001
Institute., I. F. P. R. (2016). From promice to impact ending malnutrition by 2030.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Pedoman pelaksanaan stimulasi, deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang anaj.
Limanto, T. L. (2010). Malaria Falciparum, 11(5), 363–366.
Listyanto, N. (2009). IKAN GABUS (Channa striata) MANFAAT PENGEMBANGAN DAN ALTERNATIF TEKNIK BUDIDAYANYA, 4.
Nations, U., & Conference, I. (1992). Database on Child Growth, (December), 1–12.
Riyadi, H., & Astawan, M. (2015). Perbaikan Status Gizi ANak Balita dengan intervensi Biskuit Berbasis Blondo Ikan Gabus ( Channa striata ), dan Beras Merah, (October 2016).
Rokx, S. R. and C. (2013). The double burden of malnutrisi in Indonesia.
Sianipar, T. (2018). Kematian anak akibat gizi buruk di Asmat berlanjut meski KLB sudah berakhir - BBC News Indonesia.
Sihotang, F. T., Siagian, A., Zuska, F., Ilmu, S., Masyarakat, K., Usu, F. K. M., … Usu, F. (2013). Masalah Gizi Balita Pada Keluarga Mandah Di Kecamatan Pauh Kabupaten Sarolangun Jambi Nutritional Problems In Mandah Families In Pauh Subdistrict So- rolangun District Of Jambi, 1(April), 22–26.
Siswanti, A. D., Muadi, S., & Chawa, A. F. (2016). Peran Pendampingan Dalam Program Pemberdayaan Masyarakat (Studi Pada Program Pendampingan Keluarga Balita Gizi Buruk di Kecamatan Semampir Kota Surabaya ). Wacana, 19(3), 128–137.
Soedjatmiko. (2001). Deteksi Dini Gangguan Tumbuh Kembang Balita, 3(3), 175–188.
Usman, H., Sukandar, H., Sutisna, M., Kebidanan, J., Kesehatan, P., Kesehatan, K., … Bandung, P. (2014). Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Usia 3-24 Bulan di Daerah Konflik Growth and Development of Children 3-24 Months in the Conflict Area, (13).
Wardah, F. (2018). 67 Anak Meninggal akibat Wabah Campak dan Gizi Buruk di Kabupaten Asmat.
Yuningsih, R. (2018). PENDEKATAN KESEHATAN MASYARAKAT PASCA KEJADIAN LUAR BIASA ( KLB ), 2017(November 2017).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.