INOVASI PRODUK MAKANAN OLAHAN BELUT DI KAMPUNG TELAGA KOYA TIMUR TAHUN 2022

  • Maxianus K.Raya Poltekkes Kemenkes Jayapura
  • Nia Budhi Astuti Poltekkes Kemenkes Jayapura
  • Endah Sri Rahayu Poltekkes Kemenkes Jayapura
  • Ferry Wicaksono Poltekkes Kemenkes Jayapura
Keywords: belut, edukasi, inovasi

Abstract

Koya Timur merupakan salah satu wilayah pertanian di Kota Jayapura. Salah satu jenis perikanan yang bisa hidup dan berkembang didaerah rawa dan persawahan adalah belut. Sebagian besar masyarakat Kampung Telaga adalah sebagai pencari belut. Belut yang ditangkap kemudian dijual ke pengepul tanpa diikuti dengan diversifikasi pengolahan. Pengolahan yang paling sering dilakukan oleh mereka adalah dengan digoreng atau dibakar. Ikan belut memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi, protein merupakan suatu zat makanan yang amat penting bagi tubuh karena zat ini disamping berfungsi sebagai bahan bakar dalam tubuh juga berfungsi sebagai zat pembangun dan pengatur. Optimalisasi pemanfaatan ikan dalam bentuk olahan siap santap masih kurang karena keterbatasan pengetahuan dan metode pengolahan.

Tujuan kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang manfaat belut sebagai produk olahan dan untuk mengembangkan berbagai produk olahan berbahan dasar belut (bakso, sambal belut dan nugget). Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari kegiatan RISBINAKES tahun 2019-2020, terdiri dari kegiatan edukasi tentang potensi dan nilai gizi belut, cara mengolah belut dan kegiatan praktek langsung proses pembuatan makanan olahannya berupa bakso, sambal dan nugget.

Kegiatan evaluasi dilakukan dalam bentuk evaluasi terhadap pemanfaatan belut sebagai inovasi menu olahan dan penyerahan booklet tentang inovasi olahan belut dan menunjukkan bahwa ibu -ibu mulai memahami tentang potensi nilai gizi pada belut dan mulai melakukan inovasi olahan belut sebanyak 8 orang ibu (72%).

Pada akhir kegiatan pihak Kelurahan memberikan respon yang baik terhadap kegiatan ini. Mereka berharap agar kegiatan ini bisa terus ada agar dapat memberikan manfaat bagi perkembangan ekonomi keluarga dan pertumbuhan dan perkembangan anak

References

Andasari, S. D., & Zukhri, S. (2018). Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta Penetapan Kadar Protein Pada Belut Sawah ( Monopterus albus Zuieuw ) Liar Dan Budidaya. URECAL The 7th University Research Colloqium 2018.

Apriyanto, M., & Rujiah. (2017). Kimia Pangan (1st ed.). Trussmedia Grafika.

Candra, C., & Rahmawati, H. (2018). Peningkatan Kandungan Protein Mie Basah Dengan

Penambahan Daging Ikan Belut (Monopterus albus Zuieuw).

Frison, E., & Clément, C. (2020). The potential of diversified agroecological systems to deliver healthy outcomes: Making the link between agriculture, food systems & health. Food Policy, February. https://doi.org/10.1016/j.foodpol.2020.101851

Notoatmodjo, S., 2014, Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Rahayu, R. (2018). Pengembangan Stik Bawang Subtitusi Tepung Belut (Monopterus Albus) Dan Biji Bungamatahari (Helianthus Annuus) Sebagai Alternatif Camilan Ibu Hamil. ITB (Institut Pertanian Bogor).

Raya, M. K., Astuti, N. B., & Rahayu, E. S. (2019). Analisa Zat Gizi Biskuit Subtitusi Tepung Belut ( Monopterus Albus Zuieuw ) Bagi Anak Sekolah Dasar. https://www.ijicc.net/images/vol_13/Iss_12/131236_Raya_2020_E_R.pdf

Suprayatmi, M., Amalia, L., & Afianur, A. (2016). Pemanfaatan Belut ( Monopterus Albus ) Pada Pembuatan Crackers Ber- Omega 3 Utilization Eels ( Monopterus Albus ) In The Manufacture Of Creakers Ber- Omega 3. Jurnal Agroindustri Halal, 2(2), 81–89. https://ojs.unida.ac.id/Agrohalal/article/download/081-089/277/1181

Susatyo, P., Setyaningrum, N., Winarni, E. T., & Chasanah, T. (2018). Reproduction Characteristics of Rice Field Eel ( Monopterus albus Zuieuw ). The Journal Of Tropical Life Science, 8(2), 177–186. https://doi.org/10.11594/jtls.08.02.12

CROSSMARK
Published
2023-06-30
DIMENSIONS
How to Cite
K.Raya, M., Nia Budhi Astuti, Endah Sri Rahayu, & Ferry Wicaksono. (2023). INOVASI PRODUK MAKANAN OLAHAN BELUT DI KAMPUNG TELAGA KOYA TIMUR TAHUN 2022. ASMAT: Jurnal Pengabmas, 2(2), 122–129. https://doi.org/10.47539/ajp.v2i2.62
Section
Articles